Antara News Agency
Previous Next
Antara News Agency

Agencies    Antara News Agency


Antara - PR Wire

PR Wire adalah bagian dari Kantor Berita Nasional Antara, pemasok berita terkemuka di Indonesia.

PR Wire didirikan sebagai suatu unit bisnis untuk menyebarkan press release ke media pelanggan Antara di seluruh Indonesia yang berjumlah lebih dari 100 suratkabar, majalah, radio dan stasiun televisi, serta media dot.com, di samping juga ke puluhan perwakilan media asing di Jakarta.

PR Wire merupakan satu-satunya layanan penyebaran press release yang menawarkan penyampaian berita langsung ke komputer media pelanggan Antara. Selain itu PR Wire juga menyiarkan berita foto.

Press release yang disiarkan melalui jaringan pemberitaan Antara secara otomatis juga ditempatkan di website Antara.

Berita yang diterima dalam bahasa Inggris, setelah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia segera disebarkan ke seluruh media pelanggan Antara. Lamanya waktu penterjemahan dua jam untuk 500 kata. Terjemahan tersebut juga kemudian dikirim ke pusat operasional AsiaNet di Sydney, Australia, untuk dimuat di situs AsiaNet.

Dengan dukungan redaksi Antara, unit ini beroperasi dari Senin sampai Jumat, pukul 09.00 sampai 17.00 WIB. Kantor tutup pada akhir minggu dan hari libur nasional, kecuali ada permintaan khusus untuk menangani release yang tidak dapat ditunda penyiarannya.

Kantor Berita ANTARA

address:
Wisma ANTARA,
Level 17
Jl. Medan Merdeka Selatan 17
Jakarta 10110
Indonesia

contact:
Mr. Aditia Maruli
Mr. M. Lutfi

telephone:
+62-21-386-8155

email:
aditiamaruli@gmail.com
mlutfi@antara.co.id

website:
www.antaranews.com
Latest Press Release
Presiden Joko Widodo (Jokowi)

Presiden Joko Widodo (Jokowi)
ANTARA News

Presiden Jokowi kecam pernyataan Presiden Macron yang hina Islam

Jakarta (ANTARA) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan kecaman terhadap pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menghina umat Islam.

"Indonesia juga mengecam keras pernyataan Presiden Prancis yang menghina agama Islam, yang telah melukai perasaan umat Islam di seluruh dunia," kata Presiden Jokowi, di Istana Merdeka Jakarta, Sabtu.

Presiden Jokowi menyampaikan hal itu seusai bertemu dengan para tokoh agama di Indonesia yang berasal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI), Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI), Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi), Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) serta Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Menteri Agama Fachrul Razi.

"Yang bisa memecah belah persatuan antarumat beragama di dunia di saat dunia memerlukan persatuan untuk menghadapi pandemi COVID-19," kata Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi menilai bahwa kebebasan berekspresi yang mencederai kehormatan, kesucian serta kesakralan nilai-nilai dan simbol agama sama sekali tidak bisa dibenarkan dan harus dihentikan.

"Mengaitkan agama dengan tindakan terorisme sebuah kesalahan besar. Terorisme adalah terorisme. Teroris adalah teroris. Terorisme tidak ada hukum dengan agama apa pun," ujar Presiden Jokowi.

Indonesia pun mengecam keras kekerasan yang terjadi di Paris dan Nice.

"Indonesia mengecam keras terjadinya kekerasan yang terjadi di Paris dan Nice yang telah memakan korban jiwa," ujar Presiden.

Pada Kamis (29/10), penyerang bersenjata pisau menewaskan dua orang dan melukai sejumlah orang lainnya di satu gereja di Kota Nice, Prancis.

Pelaku mengaku ingin membalas pemenggalan guru Sejarah dan Geografi Samuel Paty (47) pada 16 Oktober 2020 di Eragny yang dipenggal oleh pendatang dari Chechnya, Abdoullakh Abouyezidovitch (18), karena Paty menunjukkan kartun nabi Muhammad.

Namun Presiden Emmanuel Macron berpendapat bahwa Paty hanya mengajarkan kebebasan berekspresi dan berpendapat pada para siswanya.

Emmanuel Macron juga mengeluarkan kata-kata soal Islam yang menyinggung umat Muslim.

Macron menyebut "Islam adalah agama yang sedang mengalami krisis saat ini, di seluruh dunia"

Menurut Macron, pemenggalan guru sejarah tersebut merupakan serangan teroris Islam. Macron juga menuduh Muslim bersikap separatis.

Hal inilah yang membuat sejumlah negara Islam di dunia mengecam pernyataan Presiden Prancis itu. Muncul juga kampanye untuk memboikot produk asal Prancis.