Antara News Agency
Previous Next
Antara News Agency

Agencies    Antara News Agency


Antara - PR Wire

PR Wire adalah bagian dari Kantor Berita Nasional Antara, pemasok berita terkemuka di Indonesia.

PR Wire didirikan sebagai suatu unit bisnis untuk menyebarkan press release ke media pelanggan Antara di seluruh Indonesia yang berjumlah lebih dari 100 suratkabar, majalah, radio dan stasiun televisi, serta media dot.com, di samping juga ke puluhan perwakilan media asing di Jakarta.

PR Wire merupakan satu-satunya layanan penyebaran press release yang menawarkan penyampaian berita langsung ke komputer media pelanggan Antara. Selain itu PR Wire juga menyiarkan berita foto.

Press release yang disiarkan melalui jaringan pemberitaan Antara secara otomatis juga ditempatkan di website Antara.

Berita yang diterima dalam bahasa Inggris, setelah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia segera disebarkan ke seluruh media pelanggan Antara. Lamanya waktu penterjemahan dua jam untuk 500 kata. Terjemahan tersebut juga kemudian dikirim ke pusat operasional AsiaNet di Sydney, Australia, untuk dimuat di situs AsiaNet.

Dengan dukungan redaksi Antara, unit ini beroperasi dari Senin sampai Jumat, pukul 09.00 sampai 17.00 WIB. Kantor tutup pada akhir minggu dan hari libur nasional, kecuali ada permintaan khusus untuk menangani release yang tidak dapat ditunda penyiarannya.

Kantor Berita ANTARA

Alamat:
Wisma ANTARA,
Lantai 17
Jl. Medan Merdeka Selatan 17
Jakarta 10110
Indonesia

Kontak:
Prima Satya
Adityawarman

Telepon:
+62-21-386-8155

Email:
primasatya.antara@gmail.com
adityawarman.antara@gmail.com

Website:
www.antaranews.com
Latest Press Release
Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi saat memberikan paparan pada webinar bertajuk "Digital Parenting: Keluarga Cerdas Berteknologi untuk Anak Terlindungi", yang diikuti di Jakarta, Rabu (3/8/2022).

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi saat memberikan paparan pada webinar bertajuk "Digital Parenting: Keluarga Cerdas Berteknologi untuk Anak Terlindungi", yang diikuti di Jakarta, Rabu (3/8/2022).
ANTARA News

Kak Seto: Orang tua harus jaga anak dari seksual "grooming online"

Jakarta (ANTARA) - Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto "Kak Seto" Mulyadi meminta para orang tua untuk mewaspadai salah satu sisi negatif penggunaan media sosial pada anak yakni seksual "grooming online" atau kejahatan seksual secara daring.

"Di era teknologi sangat memungkinkan terjadinya seksual grooming secara online," kata pria yang karib disapa Kak Seto dalam webinar bertajuk "Digital Parenting: Keluarga Cerdas Berteknologi untuk Anak Terlindungi", yang diikuti di Jakarta, Rabu.

Ia menjelaskan grooming adalah modus pelecehan seksual terhadap anak yang dilakukan dengan cara pendekatan yang menarik.

Pelaku, katanya, akan mencoba membangun hubungan dan kepercayaan dengan anak/ keluarganya selama berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. Sampai akhirnya pelaku menemukan kesempatan untuk melakukan pelecehan seksual kepada anak.

"Pelaku grooming biasanya orang "asing" maupun orang terdekat anak seperti sahabat, pendidik dan keluarga," katanya.

Untuk mencegah anak menjadi korban grooming, kata Kak Seto, orang tua harus memberikan pemahaman pada anak bahwa tubuh anak adalah milik sang anak.

Kemudian memberikan menanamkan kepada anak bahwa bagian tubuh yang tertutup baju itu tidak boleh dilihat oleh sembarang orang.

"Tidak sembarang orang boleh melihatnya, mungkin hanya orang tua dan dokter saat diperiksa saja," katanya.

Selain itu, katanya, anak juga harus diajari cara untuk mempertahankan prinsipnya. "Yang enggak boleh, ya enggak boleh," katanya.

Lalu, diajarkan pada anak untuk melawan bila dipaksa oleh seseorang.

Ia menambahkan orang tua harus menanamkan pada anak agar selalu bercerita kepada orang tua.

Oleh karena itu, penting bagi orang tua memosisikan diri sebagai sahabat anak sehingga anak bisa nyaman untuk bercerita kepada orang tua.

Jika anak bercerita, orang tua harus mendengarkan dengan penuh perhatian.

"Letakkan gadget, tatap mata anak, dengarkan ceritanya dengan seksama," demikian Seto Mulyadi.